Setelah ilustrasi itu, datanglah jaminan utama: “مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ (Maa wadda’aka rabbuka wa maa qalaa): Tuhanmu tidak akan pernah meninggalkanmu dan tidak pula membencimu.” (QS. Ad-Duha: 3)

Pesan ini berlaku untuk kita semua: Jika Anda menggantungkan hidup kepada Allah, maka Allah tidak akan pernah meninggalkan Anda, baik dalam keadaan senang (Duha) maupun dalam kesulitan yang luar biasa (Lail).

2. Hukum Pascal: Gaya Berbanding Lurus dengan Tekanan

Janji Allah selanjutnya adalah “وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ (Wal-aakhiratu khayrul-laka minal-uulaa): Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.” (QS. Ad-Duha: 4).

Ini adalah janji kebahagiaan hakiki. Allah meyakinkan bahwa jika kita tabah dan sabar, di akhirat nanti tidak akan ada lagi kesulitan, cacian, atau tuduhan. Allah akan memberikan apa pun yang kita inginkan sampai kita merasa puas.

Pelajaran dari Ujian

Apabila Anda sedang merasa susah, ingat-ingatlah kebaikan di masa lalu. Bukankah saat yatim, Allah merawat? Bukankah saat bimbang, Allah memberikan petunjuk?

“Kalau Anda tidak tahan bantingan yang sekarang, bagaimana Anda bisa mengatasi pelintiran yang akan datang?”

Ujian hidup bukan hanya dibanting (thrown down), tapi juga penyingkiran, penyungkuran, lipatan, dan guntingan. Anda harus siap menghadapi tantangan. Secara ilmiah (Hukum Pascal): Gaya (F) selalu berbanding lurus dengan Tekanan (P).

Orang yang ingin tampil Gaya (hebat/berkelas) dalam kehidupan, mesti siap menghadapi Tekanan (tantangan-tantangan) hidup yang diatasi.