PUNGGAWANEWS, Seringkali, kita merasa sendirian saat menghadapi kesulitan. Hidup terasa begitu berat, seolah kita ditakdirkan untuk jatuh. Namun, Ustadz Adi Hidayat mengingatkan bahwa ujian hidup adalah bagian dari rencana besar Allah untuk menjadikan kita pribadi yang lebih kuat dan tangguh. Ujian ini bukan tanda bahwa Allah meninggalkan kita, melainkan cara-Nya untuk menempa kita agar siap menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.


Pelajaran dari Kisah Nabi Muhammad ﷺ

Ustadz Adi Hidayat mengilustrasikan hal ini dengan kisah Nabi Muhammad di awal masa kenabiannya. Suatu saat, wahyu terhenti turun selama beberapa waktu. Situasi ini membuat Nabi gelisah. Melihat kondisi ini, kaum Quraisy mulai mengejeknya. Mereka menuduh Nabi gila, putus asa, dan sudah ditinggalkan oleh Tuhannya. Namun, Allah tidak membiarkan Nabi dalam kesendirian.

Sebagai jawaban atas segala cobaan itu, Allah menurunkan Surah Ad-Duha. Surah ini diawali dengan sumpah, “Demi waktu duha.” Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ini bukan sekadar sumpah, melainkan sebuah ilustrasi. Waktu duha adalah waktu yang penuh cahaya dan kenyamanan. Dengan sumpah ini, Allah hendak mengatakan, “Aku bersumpah demi segala kenikmatan yang pernah engkau rasakan, dan Aku juga bersumpah demi kegelapan malam yang pekat.”

Pesan yang terkandung di dalamnya sangat mendalam: “Tuhanmu tidak akan pernah meninggalkanmu, bahkan saat kamu merasa nyaman maupun saat kamu berada dalam kegelapan masalah yang paling pekat.”


Tiga Pesan Utama untuk Menghadapi Ujian

Dari kisah Nabi Muhammad dan Surah Ad-Duha, Ustadz Adi Hidayat merangkum tiga pesan penting untuk kita:

  1. Jangan Merasa Sendirian. Setiap kesulitan adalah ujian yang pernah dirasakan oleh orang-orang hebat sebelumnya. Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Jika Anda merasa putus asa, ingatlah kembali masa-masa indah yang pernah Anda lewati. Mengingat kebaikan Allah di masa lalu akan menguatkan keyakinan bahwa Dia tidak akan meninggalkan Anda di masa sekarang.
  2. Ujian Adalah Peluang untuk Menjadi Hebat. Ujian yang kita hadapi adalah bantingan yang perlu kita lewati agar siap menghadapi “pelintiran” yang lebih sulit di masa depan. Setiap tantangan akan menguatkan mental dan jiwa kita, persis seperti hukum fisika: gaya berbanding lurus dengan tekanan. Orang yang ingin tampil luar biasa dalam hidup harus siap menghadapi tekanan yang besar.
  3. Kesabaran Adalah Kunci. Nabi Muhammad tidak membalas cacian dan lemparan batu dari penduduk Thaif. Beliau membalasnya dengan doa, bahkan meminta Allah untuk tidak menghukum mereka. Allah memberikan kelapangan hati kepada Nabi, dan sebagai hasilnya, beliau diangkat ke derajat yang lebih tinggi melalui peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Ini menunjukkan bahwa kesabaran akan membawa kita pada penghargaan yang jauh lebih besar dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Mengapa Kita Diuji?

Ujian adalah bukti cinta Allah. Seperti halnya perhiasan yang diasah untuk membuatnya lebih berkilau, Allah menguji kita untuk membuat kita lebih tangguh dan siap meraih kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat. Jangan pernah menyerah, karena di balik setiap kesulitan, ada janji Allah untuk memberikan kemudahan.

Sumber