Setelah Rasulullah SAW menjalankan Haji Wada’, beliau memanggil Fatimah radhiyallahu anha dan membisikkan dua hal:

  1. Beliau akan segera wafat (Fatimah menangis)
  2. Fatimah adalah orang pertama dari keluarganya yang akan menyusul beliau (Fatimah tersenyum)

Enam bulan setelah wafatnya Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra radhiyallahu anha menyusul menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau wafat pada bulan Ramadhan tahun 11 Hijriah.

Beliau dimakamkan di pemakaman Baqi, dipimpin oleh Sayyidina Ali radhiyallahu anhu. Ali radhiyallahu anhu mengenang wasiat Nabi SAW bahwa beliaulah yang akan pertama menerima jasad Fatimah di liang lahad.

Dengan hati yang hancur, Ali berkata:

“Wahai Rasulullah, kini aku kembalikan amanah yang telah engkau berikan kepadaku. Aku kembalikan belahan jiwamu yang setiap kali engkau rindu akan surga, engkau cium wajah suci putri Fatimah Az-Zahra.”

Jamaah rahimakumullah, dari kisah Sayyidah Fatimah Az-Zahra radhiyallahu anha, kita dapat mengambil pelajaran berharga:

  1. Keberanian dalam membela kebenaran sejak usia dini
  2. Kesederhanaan dalam pernikahan adalah berkah yang sejati
  3. Pengorbanan dan kasih sayang kepada orang tua
  4. Kedermawanan dalam harta dan doa
  5. Kesabaran dalam menghadapi kesulitan hidup
  6. Keikhlasan dalam beribadah dan beramal

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridai Sayyidah Fatimah Az-Zahra radhiyallahu anha, sang wanita suci, sang bunda para pemimpin surga, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengikuti jejak kebaikannya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


📚 Referensi:

  • Shahih Bukhari
  • Shahih Muslim
  • Sirah Nabawiyyah
  • Tafsir Ibnu Katsir (Surah Al-Insan)