Perang Uhud
Saat Perang Uhud, Fatimah radhiyallahu anha ikut terlibat bersama para wanita lain, bertugas mengangkat air, memberi minum, hingga merawat mujahidin yang terluka. Ketika Rasulullah SAW terluka parah, Fatimah merawat ayahnya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa Fatimah bukan hanya seorang putri yang terlindungi, melainkan pejuang setia yang menanggung beban dakwah sejak usia belia.
Fatimah Az-Zahra radhiyallahu anha adalah dambaan para sahabat mulia. Beliau dilamar oleh tokoh-tokoh besar seperti Sayyidina Abu Bakar RA dan Sayyidina Umar bin Khattab RA, namun Rasulullah SAW menolak secara halus karena perbedaan usia yang terlalu jauh. Bahkan Sayyidina Abdurrahman bin Auf RA melamar dengan mahar 100 unta dan 10.000 Dinar (setara Rp 50 Miliar), namun juga ditolak.
Akhirnya, datanglah seorang pemuda yang dibesarkan di bawah asuhan Nabi, dikenal sebagai pemilik pedang Zulfikar dan pemegang panji Islam di Perang Badar, yaitu Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu. Ali hanya memiliki pedang, unta tua, dan satu baju perang (baju besi).
Penerimaan yang Penuh Hikmah
Rasulullah SAW menerima Ali dengan gembira, berkata:
“Pedang akan kau gunakan untuk berperang, sedangkan unta akan kau butuhkan untuk mengangkut barang dan air. Maka akan aku terima baju perangmu sebagai mahar untuk Fatimah.”
Rasulullah SAW menegaskan bahwa Allah Azza wa Jalla telah menikahkan Ali dan Fatimah di langit sebelum pernikahan mereka di bumi. Baju besi itu dijual seharga 400 Dirham untuk keperluan pernikahan.
Hadiah pernikahan dari Rasulullah SAW sangat sederhana: sehelai kain, bantal kulit berisi serat kurma, alat penggiling gandum, dan kendi air.
Pelajaran: Pernikahan yang paling berkah adalah yang paling sederhana maharnya dan dibangun atas dasar cinta karena Allah Azza wa Jalla dan kemuliaan akhlak, bukan kemegahan duniawi.
Ali dan Fatimah radhiyallahu anhuma tinggal di rumah yang sangat sederhana. Ali bekerja keras mencari nafkah, dan Fatimah mengurus pekerjaan rumah tangga dengan tangannya sendiri.


Tinggalkan Balasan