Pertanyaan yang Mengubah Segalanya
Setelah menerima pembayaran, Zaid menatap Umar dengan pandangan yang sulit diartikan. Lalu ia bertanya:
“Wahai Umar, kenapa engkau menambahkan kurma itu?”
Umar menjawab, “Itu perintah Rasulullah sebagai imbalan karena aku sempat marah kepadamu tadi.”
Zaid terdiam sejenak. Lalu ia berkata, “Wahai Umar, tahukah engkau siapa aku sebenarnya?”
Umar menjawab, “Tidak. Siapakah engkau?”
“Aku adalah Zaid bin Sa’nah, pendeta Yahudi dan ahli Taurat.”
Umar terkejut. Ia mengenal nama itu. Zaid adalah sosok yang sangat dihormati, seorang ulama besar di kalangan Yahudi. Maka Umar pun bertanya dengan nada penasaran:
“Kalau begitu, mengapa engkau berani berbuat kasar kepada Rasulullah? Bukankah engkau seorang yang terpelajar?”
Pengakuan yang Menggetarkan Hati
Zaid tersenyum—senyum yang penuh makna. Lalu ia berkata dengan suara yang penuh keyakinan:
“Wahai Umar, aku telah mempelajari Taurat dengan sangat mendalam. Di dalamnya, aku menemukan semua tanda-tanda kenabian Muhammad, kecuali dua hal yang belum aku saksikan dengan mata kepalaku sendiri.”

Tinggalkan Balasan