Tawaran Hutang dari Pendeta Yahudi
Saat percakapan itu berlangsung, ada seorang yang mendengar dari kejauhan. Ia adalah Zaid bin Sa’nah, seorang pendeta Yahudi yang terkenal sebagai ahli Taurat. Zaid adalah sosok intelektual yang sangat terpelajar, dihormati bukan hanya di kalangan Yahudi, tetapi juga dikenal luas di Madinah.
Zaid mendekat dan berkata, “Wahai Muhammad, jika engkau mau, aku bisa membelikan kurma untukmu. Lalu engkau bisa berhutang kepadaku dengan waktu pelunasan tertentu.”
Rasulullah SAW, tanpa ragu, menyetujui tawaran tersebut. Bukan karena beliau tidak waspada, tetapi karena beliau melihat ini sebagai jalan keluar untuk membantu saudara-saudaranya yang sedang kelaparan.
Zaid pun membeli kurma terbaik yang ada di pasar, lalu memberikannya kepada Rasulullah untuk dibagikan kepada kaum muslimin yang membutuhkan. Hari itu, banyak keluarga muslim yang terselamatkan dari kelaparan berkat transaksi ini.
Pelajaran pertama: Rasulullah tidak sombong untuk meminjam dari orang non-muslim. Beliau mengajarkan bahwa dalam urusan kemanusiaan, kita bisa bekerja sama dengan siapa saja, asalkan dalam kebaikan.

Tinggalkan Balasan