PUNGGAWANEWS – Dalam sebuah kajian Islam yang mendalam, Ustadz Das’ad Latif mengungkapkan berbagai keistimewaan dan keutamaan hari Jumat yang menjadikannya sebagai “rajanya segala hari” dalam penanggalan Islam. Kajian ini memberikan pemahaman komprehensif tentang mengapa hari Jumat begitu spesial bagi umat Islam.
Mengapa Hari Jumat Istimewa?
Menurut Ustadz Das’ad Latif, hari Jumat memiliki kedudukan khusus di antara tujuh hari yang diciptakan Allah SWT. “Hari Jumat adalah rajanya semua hari, menjadikannya istimewa di mata Allah,” ungkapnya dalam kajian yang disampaikan di Masjid Nurul Amin, Makassar.
Keistimewaan ini bukan tanpa dalil. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami taat) terhadap sabda Rasulullah SAW yang menegaskan keutamaan hari Jumat.
Hari Penghapusan Dosa
Salah satu keistimewaan utama hari Jumat adalah sebagai hari penghapusan dosa. Namun, Ustadz Das’ad menekankan bahwa tidak semua orang yang mendapati hari Jumat otomatis dosanya terhapus.
“Seperti halnya handphone yang dijual di toko. Tidak semua yang melihat otomatis memilikinya. Hanya mereka yang memiliki uang dan memenuhi syarat yang bisa mendapatkannya,” jelasnya dengan analogi yang mudah dipahami.
Penghapusan dosa di hari Jumat hanya berlaku bagi mereka yang melakukan amalan-amalan khusus yang dianjurkan pada hari tersebut.
Hari Dikabulkannya Doa
Keistimewaan lain dari hari Jumat adalah sebagai hari mustajab (dikabulkannya doa). Ustadz Das’ad mengibaratkan kondisi ini seperti konvoi VIP yang bisa melewati kemacetan dengan mudah.
“Seperti rombongan pejabat yang dikawal polisi, meskipun jalanan macet, mereka tetap bisa lewat dengan lancar. Begitulah doa di hari Jumat, lebih mudah sampai kepada Allah dibanding hari-hari lainnya,” paparnya.
Perjuangan Melawan Godaan Setan
Ustadz Das’ad mengingatkan bahwa setan tidak pernah menyerah menggoda manusia, terutama ketika mereka mulai rajin beribadah. Ia menganalogikan dengan ritual lempar jumrah saat haji yang dilakukan berulang-ulang selama tiga hari.
“Melawan setan membutuhkan nafas panjang. Tidak cukup sekali dua kali, tetapi harus konsisten. Seperti halnya puasa Senin-Kamis, ketika keluar dari masjid, godaan justru semakin besar,” jelasnya.
Pentingnya Pertolongan Allah
“Tidak mungkin kita bisa selamat dari godaan setan tanpa pertolongan Allah SWT. Itulah mengapa kita selalu dianjurkan membaca A’udzu billahi minasy syaithonir rajim,” tambah Ustadz Das’ad.
Golongan yang Dicintai Allah
Dalam kajiannya, Ustadz Das’ad membagi golongan yang dicintai Allah menjadi beberapa tingkatan:
Yang Dicintai Allah: Orang tua yang rajin beribadah Yang Sangat Dicintai Allah: Anak muda yang rajin beribadah
“Allah mencintai orang tua yang rajin beribadah, tetapi Allah sangat mencintai anak muda yang rajin beribadah. Mengapa? Karena di usia muda, godaan dunia sangat besar, namun mereka tetap memilih jalan Allah,” ungkapnya.
Sunnah-Sunnah Hari Jumat
Ustadz Das’ad memaparkan berbagai amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan di hari Jumat:
1. Membaca Surat Al-Kahfi
“Tidak harus dihafal. Zaman sekarang bisa menggunakan aplikasi di HP untuk membacanya. Yang penting adalah niat dan konsistensi dalam membacanya,” jelasnya.
2. Memperbanyak Shalawat
Dianjurkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. “Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad. Ini adalah amalan yang sangat dianjurkan di hari Jumat,” ujarnya.
Ustadz Das’ad juga menjelaskan bahwa penggunaan tasbih digital untuk menghitung shalawat adalah hal yang baik dan memudahkan ibadah, asalkan tidak dibaca terlalu cepat sehingga tidak jelas.
3. Mandi Sunnah Jumat
“Ketika akan mandi untuk pergi ke kantor atau aktivitas lainnya, niatkan sebagai mandi sunnah Jumat. Dengan niat yang benar, mandi biasa bisa menjadi ibadah yang bernilai pahala,” anjurnya.
4. Berpakaian Terbaik
Sunnah untuk datang ke masjid dengan mengenakan pakaian terbaik. “Jangan datang ke masjid dengan pakaian seadanya. Bawa baju ganti jika perlu, seperti sarung dan baju koko untuk menunjukkan penghormatan terhadap hari yang mulia ini,” sarannya.
5. Menggunakan Parfum
“Tujuannya agar bau badan tidak mengganggu orang di samping kita. Ini adalah bentuk akhlak yang baik dalam Islam,” jelasnya.
6. Datang Lebih Awal ke Masjid
Ustadz Das’ad menyindir kebiasaan buruk sebagian jamaah: “Yang biasa dipraktikkan adalah datang paling terlambat, pulang paling cepat, dan tidur saat khotbah. Bagaimana mau masuk surga dengan perilaku seperti ini?”
Sebaliknya, yang datang lebih awal bisa memanfaatkan waktu untuk berdoa karena hari Jumat adalah hari mustajab.
7. Bersedekah
“Disunahkan untuk bersedekah di hari Jumat. Seperti memancing, kalau mau dapat ikan besar, umpannya juga harus besar,” analoginya.
8. Memotong Kuku dan Merapikan Rambut
Sunnah untuk memotong kuku, kumis, dan merapikan jenggot (bagi yang memeliharanya) sebelum hari Jumat sebagai bentuk kebersihan dan kesucian.
Adab Duduk di Masjid
Ustadz Das’ad juga menjelaskan adab khusus saat menunggu shalat Jumat:
“Nabi melarang kita duduk dengan cara ihtibaak (memeluk lutut dengan kedua tangan). Jika mengantuk, duduklah dengan cara matinro manuk-manuk (tidur ayam) – posisi duduk dengan tumit menutup lubang pantat.”
Alasan Larangan Ihtibaak:
- Mencegah batalnya wudhu: Posisi ini bisa menyebabkan seseorang tertidur hingga hilang kesadaran, yang membatalkan wudhu.
- Mencegah terjadinya hadas: Posisi tumit yang menutup dapat memastikan tidak terjadi keluarnya angin.
“Jika tertidur hingga hilang kesadaran (seperti ngorok), maka wudhunya batal dan harus berwudhu ulang sebelum shalat Jumat,” tegas Ustadz Das’ad.
Pesan Penutup dan Motivasi
Dalam penutup kajiannya, Ustadz Das’ad memberikan motivasi kepada para jamaah, terutama yang sudah berusia lanjut:
“Bagi yang sudah berumur 60 tahun ke atas, kurangilah kegiatan duniawi. Setelah shalat berjamaah, jangan langsung pulang. Manfaatkan waktu di masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.”
Beliau juga mengingatkan tentang pentingnya berbakti kepada orang tua: “Sudah saatnya kita membahagiakan orang tua. Biarlah kita yang susah, yang penting orang tua kita bahagia. Tidak mungkin Allah sengsarakan hidup kita jika kita memuliakan orang tua.”
Kesimpulan
Hari Jumat memang istimewa dengan berbagai keutamaan dan sunnah-sunnahnya. Namun, keistimewaan tersebut hanya bisa diraih oleh mereka yang melakukan amalan-amalan yang dianjurkan dengan penuh keikhlasan dan konsistensi.
“Semoga kajian ini bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih mengoptimalkan hari Jumat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tutup Ustadz Das’ad Latif dalam kajiannya di Masjid Nurul Amin, Makassar.
Sumber : Kajian Ustadz Das’ad Latif


Tinggalkan Balasan