PUNGGAWANEWS, Shalat Dhuha, yang sering dikenal sebagai shalat sunah untuk membuka pintu rezeki, memiliki makna dan keutamaan yang jauh lebih dalam. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, Dhuha bukanlah sekadar shalat, melainkan sebuah “gerakan” yang terbagi dalam tiga waktu utama, masing-masing dengan keutamaan luar biasa. Memahami waktu-waktu ini akan mengubah cara pandang kita terhadap Dhuha.


Tiga Waktu Utama Shalat Dhuha

  1. Awal Dhuha (Waktu Syuruq) Waktu ini dimulai saat matahari terbit hingga bayangan benda setinggi satu tombak. Ini adalah waktu yang paling istimewa karena memiliki keutamaan setara dengan pahala haji dan umrah yang sempurna. Seperti yang dijelaskan Nabi SAW, siapa yang shalat Subuh berjamaah, lalu duduk berdzikir (mengaji, bertilawah, atau mendengarkan ceramah) hingga waktu Syuruq tiba, kemudian shalat dua rakaat, ia akan mendapatkan pahala yang besar. Keutamaan ini bukan hanya soal pahala, tetapi juga tentang perubahan perilaku menjadi lebih baik.
  2. Pertengahan Dhuha Waktu ini dimulai sekitar pukul 08.00 hingga 10.30 pagi. Pada waktu ini, shalat Dhuha dapat dilakukan sebanyak empat rakaat. Shalat di waktu ini memiliki keutamaan untuk menjaga diri dari musibah umum, seperti kemacetan atau masalah lain yang bisa terjadi dalam aktivitas harian. Shalat di waktu ini menjadi pelindung spiritual yang membantu kita menjalani hari dengan lebih lancar dan terarah.
  3. Akhir Dhuha Waktu ini adalah saat menjelang masuknya waktu Dzuhur. Shalat Dhuha di waktu ini dapat dilakukan hingga delapan rakaat. Keutamaan shalat pada waktu ini adalah mempermudah datangnya rezeki. Namun, rezeki di sini bukan hanya diartikan sebagai uang atau harta, melainkan juga hal-hal berharga lainnya, seperti kesehatan, ketenangan jiwa, dan kemudahan dalam urusan. Shalat ini mengajarkan kita untuk tidak hanya fokus pada materi, tetapi juga pada keberkahan hidup secara menyeluruh.

Dhuha: Lebih dari Sekadar Rezeki Materi

Shalat Dhuha mengajarkan bahwa rezeki adalah segala bentuk anugerah dari Allah, termasuk ketenangan batin yang tak ternilai harganya. Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa setiap anggota tubuh kita memiliki hak untuk berdzikir, yaitu dengan menggunakannya sesuai kehendak Allah. Shalat Dhuha menjadi pengganti “dzikir” seluruh tubuh, di mana setiap gerakan dan bacaan memohon berkah bagi setiap organ.

Pada akhirnya, shalat Dhuha adalah solusi untuk berbagai masalah hidup. Dengan konsisten menjalankan shalat ini, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga perubahan perilaku, perlindungan dari musibah, dan kelimpahan rezeki dalam arti yang luas. Shalat Dhuha adalah investasi terbaik untuk mendapatkan keberkahan di dunia dan akhirat.

Sumber